Mengenal Serba Jamur di Jejamuran

Joko Widiyarso – GudegNet

Belajar aneka ragam jamur sekaligus mencicipi aneka olahan berbahan dasar jamur dapat ditemukan di Jejamuran. Rumah makan serba jamur ini hasil kolaborasi Ratidjo HS yang mempunyai bisnis pembibitan jamur dan istrinya Indaryati yang pandai memasak.

“Sebenarnya saya telah berkecimpung dalam bidang budidaya jamur sejak tahun 1968 ketika ditugaskan membuat bibit jamur di Dieng. Tahun 1997 saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan dan memulai usaha pembibitan jamur sendiri di Yogyakarta,” ujar Ratidjo kepada di Rumah Makan Jejamuran, Niron, Pandowoharjo Sleman, Yogyakarta, Minggu (21/3).

Ratidjo menceritakan cita-citanya membuat masyarakat semakin tertarik mengkomsumsi jamur yang imbasnya untuk mensejahterakan petani jamur. Hingga saat ini kebun pembibitannya tersebar di beberapa daerah seperti di Sleman, Kulonprogo, Wonosobo dan Cilacap dengan mengembangkan 20 jenis jamur yang hidup di suhu 14-31 derajat celcius.

Jamur yang Radjito kembangkan adalah jamur jenis umum seperti merang, tiram, kuping dan shitake. Sedangkan jenis lain yang cukup mahal harganya seperti jamur inoki, simeji, lingi, maytake, tiram warna biru, abu-abu, cokelat yang ditanam di media berbahan organik, kayu dan jerami yang mengandung unsur karbon (C) dalam bentuk karbohidrat dan nitrogen (N) dalam bentuk amonium.

“Setelah berhasil mengembangkan aneka jenis jamur yang bermanfaat bagi kesehatan karena jamur merupakan makanan yang bisa mencegah segala macam penyakit seperti kanker, saya beserta istri membuka Jejamuran pada tahun 2007 yang semula hanya berjualan di depan rumah dengan mengandalkan tiga menu yaitu sate jamur, pepes jamur dan jamur goreng tepung,” ujarnya.

Selanjutnya muncul berbagai menu dari jamur seperti tongseng, telur dadar shitake, lumpia, jamur asam manis, jamur bakar, wedang jejamuran yang hingga kini mencapai 14 macam menu dengan menggunakan beragam jenis jamur yang dibudidayakan. Menu-menu yang unik, menarik dan bisa membujuk orang untuk mampir dan mencoba. Harganya sedikit bervariasi, sekitar Rp 6 ribu hingga Rp 15 ribu. Rumah makan ini buka dari jam 09.00-21.00 WIB.

“Dengan menghabiskan 300 hingga 400 kilogram tiap hari jamur dan mempekerjakan 140 karyawan diharapkan dapat membantu ketersedian lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Dan dengan berbekal resep tradisional keluarga, jamur dapat menjadi menu alternatif yang dicintai masyarakat nantinya,” pungkasnya.

Tag: kuliner

Olahan Jamur Crispy Hasilkan Limpahan Rezeki

Olahan Jamur Crispy Hasilkan Limpahan Rezeki

May 7th, 2010 | by admin |

Pesan Sponsor :
Tips  Investasi Emas

Olahan Jamur Crispy Hasilkan Limpahan Rezeki inilah info berita terbaru kabar terkini.

Jamur goreng. Agar memiliki cita rasa tentunya jamur yang sudah  dibersihkan diberi bumbu-bumbuan sederhana seperti bawang, ketumbar,  garam dan didiamkan hingga meresap. Setelah itu jamur ditiriskan dan  dilumuri tepung beras tipis secara merata. Barulah kemudian digoreng  dalam waktu yang cukup lama hingga jamur benar-benar kering dan kriuk  saat disantap. (foto: pringsewuresto)Bila ada waktu senggang di sore hari, paling pas menikmati teh hangat dengan camilan ringan untuk mengganjal perut. Jenis camilan yang bisa dipilih pun makin beragam, seiring maraknya gerai-gerai makanan ringan yang menjajakan camilan dengan inovasi produk. Rasa penasaran orang pun tergugah untuk mencobanya.

Salah satu bahan makanan yang bisa dibuat berbagai macam camilan salah satunya adalah jamur. Kata ‘jamur’ memang seringkali memiliki konotasi negatif, tetapi tidak dengan yang satu ini. Kok bisa? Pasalnya jamurini sudah diolah menjadi camilan populer yang banyak disukai. Tak hanya asyik sebagai camilan bahkan juga menjadi oleh-oleh khas yang siap dibawa pulang.

Jamur memang banyak dijadikan lauk-pauk pelengkap nasi. Beberapa jenis jamur bahkan juga berkhasiat bagi tubuh dan sudah teruji sejak ratusan tahun silam. Bahkan di daerah Jawa Tengah, jamur cukup populer untuk dijadikan camilan berupa kerupuk. Nah, jamur jenis apa saja yang sering diolah jadi kerupuk?

Biasanya jamur kuping dan jamur merang yang paling banyak dipakai sebagai bahan pembuatan kerupuk jamur. Pasalnya kedua jenis jamur tersebut mudah di dapat dan dibudidayakan sendiri. Apalagi untuk membuat keripik jamur yang renyah dan lezat ternyata tak sulit.